empty
 
 
24.07.2026 07:51 AM
Gambaran Umum Pasangan EUR/USD. 24 Juli. Pasar Belum Benar-Benar Memahami Apa yang Diinginkannya dari ECB

This image is no longer relevant

Pasangan mata uang EUR/USD menunjukkan pergerakan yang cukup menarik pada hari Kamis. Tepat setelah pengumuman hasil pertemuan Bank entral Eropa (yang, omong-omong, sama sekali tidak mengejutkan para trader), euro kehilangan sekitar 60–70 pip. Ini berarti reaksi pasar terhadap peristiwa penting tersebut kembali cukup lemah. Selain itu, harga tetap berada dalam channel mendatar 1,1362–1,1461 (yang terlihat jelas pada time frame per jam) dan terus bergerak di dalamnya. Dengan demikian, tren datar berlanjut, dan reaksi pasar berupa aksi jual euro kembali tampak sama sekali tidak masuk akal.

Beberapa minggu terakhir hanya menunjukkan dan membuktikan satu hal – dalam kondisi apa pun, pasar tidak ingin membeli euro. Selama lebih dari tiga minggu, euro merangkak naik, dan dalam periode tersebut hanya mampu menguat sekitar 140 pip. Terlalu kecil. Satu setengah bulan yang lalu, ECB menjadi bank pertama di antara bank sentral besar yang melakukan pengetatan kebijakan moneter sebagai respons terhadap kenaikan inflasi akibat konflik di Timur Tengah—yang pertama dan, hingga saat ini, satu-satunya. Sementara Federal Reserve masih mengamati dan mempertimbangkan, ECB sudah lebih dulu memperketat kebijakan, tetapi hal ini tampaknya tidak berpengaruh bagi para trader.

Kemarin, Christine Lagarde menyatakan bahwa bank sentral akan mengambil jeda pada bulan Juli untuk menilai seberapa besar inflasi dapat naik setelah konflik di Timur Tengah berlanjut dan kenaikan harga minyak ke level $100 per barel (yang kemungkinan besar bukan batas atas untuk "emas hitam" tersebut). ECB juga melaporkan bahwa dampak penuh dari guncangan energi belum sepenuhnya terlihat dan bahwa durasi guncangan ini mungkin cukup panjang. Dengan kata lain, ECB tidak ingin terburu-buru melakukan pengetatan, tetapi siap untuk segera mengambil langkah hawkish baru setelah ada konfirmasi bahwa inflasi kembali meningkat.

Dengan demikian, pada bulan September, ECB mungkin akan menerapkan kenaikan suku bunga yang kedua kalinya. Mengenai ekspektasi dan realitas terkait pertemuan bulan Juli, tidak ada analis maupun trader yang memprediksi langkah hawkish dari ECB. Dengan kata lain, ekspektasi sejalan dengan kenyataan, dan isyarat hawkish untuk bulan September seharusnya mendukung euro, bukan memicu kejatuhannya. Bagaimanapun juga, bahkan jika ECB tidak menaikkan suku bunga pada pertemuan berikutnya, tidak ada alasan kuat untuk penurunan euro kemarin. Namun pasar dan market maker bertransaksi sesuai dengan pandangan mereka sendiri. Terkadang tindakan mereka sejalan dengan logika dan akal sehat, dan terkadang tidak. Dalam beberapa minggu terakhir, kami secara konsisten menyatakan bahwa gambaran teknikal tampak seperti persiapan untuk penurunan baru, terlepas dari tren naik global yang masih berlangsung. Dan itulah yang terjadi, meskipun hasil pertemuan ECB relatif bernada hawkish.

Perlu juga diingat bahwa penurunan pasangan EUR/USD mungkin berhenti kapan saja, karena masih belum ada faktor global yang jelas untuk penguatan dolar AS dan pelemahan euro. Semakin rendah euro turun sekarang, semakin kuat potensi kenaikannya di kemudian hari, dan pergerakan pasar tidak selalu logis. Hal ini selalu perlu diingat.

This image is no longer relevant

Volatilitas rata-rata pasangan mata uang EUR/USD selama 5 hari perdagangan terakhir per 24 Juli sebesar 41 pip dan dikategorikan "rendah." Kami memperkirakan pasangan ini akan bergerak di antara level 1,1333 dan 1,1415 pada hari Jumat. Channel atas regresi linear mengarah ke bawah, yang mengindikasikan kelanjutan tren menurun. Indikator CCI telah masuk ke area oversold dan membentuk dua divergensi bullish, yang memberi sinyal kemungkinan berakhirnya tren menurun.

Level Support Terdekat:

S1 – 1,1353

S2 – 1,1292

S3 – 1,1230

Level Resistance Terdekat:

R1 – 1,1414

R2 – 1,1475

R3 – 1,1536

Rekomendasi Trading:

Pasangan EUR/USD masih berada dalam tren menurun, yang diduga merupakan fase koreksi dalam kerangka tren naik global, seperti yang terlihat jelas pada timeframe harian maupun mingguan. Gambaran fundamental global untuk dolar tetap negatif, tetapi pada 2026, pertama faktor geopolitik lalu sentimen hawkish dari Fed memberikan dukungan kuat bagi mata uang AS. Selama harga berada di bawah moving average, posisi jual dapat dipertimbangkan dengan target di 1,1353 dan 1,1333. Di atas garis moving average, posisi beli dengan target 1,1475 dan 1,1536 menjadi relevan. Pasar berada dalam kondisi datar selama empat minggu berturut-turut.

Penjelasan Ilustrasi:

Channel regresi linear membantu menentukan tren saat ini. Jika keduanya mengarah ke satu sisi, tren yang sedang berlangsung tergolong kuat;

Garis moving average (pengaturan 20,0, diperhalus) menentukan tren jangka pendek dan arah yang sebaiknya diikuti dalam aktivitas trading saat ini;

Level Murray adalah level target untuk pergerakan harga dan koreksi;

Level volatilitas (garis merah) menunjukkan kisaran harga yang kemungkinan akan menjadi channel pergerakan pasangan ini dalam 24 jam ke depan berdasarkan indikator volatilitas saat ini;

Indikator CCI – masuknya harga ke area oversold (di bawah -250) atau overbought (di atas +250) menandakan bahwa tren akan segera berbalik ke arah berlawanan.

Recommended Stories

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.