Dari Michelangelo dan Notre-Dame hingga traktor — seberapa jauh kecerdasan buatan (AI) dapat berkembang?
Kita tidak lagi membahas kecerdasan buatan dalam konteks masa depan. Era gembar-gembor telah berakhir, dan AI telah memasuki implementasi nyata, memperoleh perwujudan fisik. AI tidak lagi hanya mengotomatiskan proses di ruang virtual. Kini AI mengendalikan mesin dan peralatan, bahkan membantu menciptakan kembali warisan yang hilang. Agen AI dapat mengemudikan traktor, memahat marmer, dan membantu orang bergerak. Apa yang kemarin tampak seperti fiksi ilmiah kini menjadi kenyataan sehari-hari, dengan AI bertindak sebagai penulis bersama penuh bagi dunia fisik kita.