Para ekonom menaikkan prediksi PDB AS kuartal ketiga menjadi 2,5% seiring dorongan pertumbuhan dari investasi AI
Para ekonom yang disurvei oleh Bloomberg menaikkan prediksi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) AS untuk kuartal ketiga tahun 2026 menjadi 2,5% per tahun, naik dari estimasi sebelumnya sebesar 2,0%. Revisi ini didorong oleh ketahanan belanja konsumen dan peningkatan investasi swasta. Kontribusi signifikan terhadap prospek tersebut berasal dari perluasan teknologi kecerdasan buatan (AI). Dengan demikian, belanja modal perusahaan untuk infrastruktur AI dapat melampaui US$1 triliun tahun ini dan diproyeksikan mencapai US$1,5 triliun pada tahun 2027.
Kendati demikian, para analis menyoroti risiko makroekonomi yang masih terus ada. Ancaman utama bagi pertumbuhan berkelanjutan adalah krisis militer yang melibatkan Iran, yang dapat memicu tekanan inflasi dan menghambat aktivitas bisnis. Menghadapi risiko kenaikan harga, para ahli memperkirakan bahwa Federal Reserve akan lebih memilih untuk mempertahankan suku bunga pada level tinggi saat ini hingga Juli 2027.
Peningkatan prediksi ini menyusul hasil kuartal kedua yang lebih lemah, dengan perlambatan pertumbuhan AS menjadi 1,5%. Kontraksi struktural angkatan kerja dan tantangan di sektor manufaktur terus membebani kondisi ekonomi. Sejauh ini, pemerintahan Trump belum berhasil mewujudkan peningkatan lapangan kerja di sektor pabrik maupun penguatan kesejahteraan kelas menengah yang berkelanjutan seperti janjinya.