Ekonomi tetap berjalan sementara perekrutan tertinggal
Ekonomi AS mengalami putusnya hubungan kebiasaan antara pertumbuhan ekonomi dan dinamika ketenagakerjaan—pergeseran yang bisa memengaruhi keputusan Federal Reserve di masa depan, kata Deutsche Bank Research dalam sebuah catatan.
Para analis bank tersebut, termasuk Matthew Luzzetti dan Brett Ryan, mencatat bahwa sebelum pandemi COVID‑19, laju pertumbuhan ekonomi dan perekrutan di AS menunjukkan korelasi positif yang kuat. Dari 2002 hingga 2019, korelasi itu berada di sekitar 84%.
Pasca pandemi, hubungan tersebut melemah, yang menurut para analis wajar mengingat guncangan besar yang ditimbulkan COVID‑19. Namun, mereka menilai berlanjutnya divergensi selama dua tahun terakhir cukup tidak biasa.
“Bahkan ketika pertumbuhan ekonomi menguat dan tetap relatif solid, tren perekrutan tetap lemah,” demikian bunyi catatan itu.
Para analis menjelaskan bahwa divergensi ini sudah memberikan konsekuensi yang nyata bagi kebijakan moneter. Tahun lalu, Federal Reserve memangkas suku bunga beberapa kali untuk mendukung pasar tenaga kerja, meskipun pertumbuhan ekonomi tetap tangguh dan inflasi berada di atas target 2%. Pekan lalu, The Fed mempertahankan suku bunga acuannya pada rentang 3.5–3.75%. Deutsche Bank Research menilai perubahan kebijakan hingga akhir tahun kecil kemungkinannya.
Dinamika ketenagakerjaan yang lemah juga menekan sentimen rumah tangga, meningkatkan pesimisme terhadap ekonomi, kata para analis.
Mereka berargumen bahwa menutup celah antara pertumbuhan dan perekrutan akan menjadi faktor kunci bagi outlook Fed sekaligus hasil pemilihan paruh waktu AS. Jika pasar tenaga kerja menguat dan kembali sejajar dengan pertumbuhan, Fed kemungkinan akan menahan diri dari pemangkasan suku bunga sampai inflasi jelas kembali ke target. Dalam skenario itu, perbaikan sentimen konsumen dapat menguntungkan Partai Republik pada pemilu November.
Jika pertumbuhan ekonomi melambat setelahnya dan pasar tenaga kerja melemah, kelemahan pekerjaan cenderung bertahan. Dalam skenario tersebut, Fed mungkin kembali menurunkan suku bunga untuk mendukung lapangan kerja. Sentimen rumah tangga bisa tetap tertahan, dan prospek Partai Demokrat pada pemilihan paruh waktu dapat membaik.