empty
 
 
02.09.2026 11:33 AM
XAU/USD – Analisis dan Prediksi Harga: Ketegangan AS-Iran Mendukung Dolar dan Membatasi Pemulihan Emas

This image is no longer relevant

Emas (XAU/USD) kesulitan untuk bangkit setelah menyentuh level terendah hampir empat minggu pada awal perdagangan Rabu, dan masih mempertahankan nada yang cenderung negatif. Namun, dolar AS terus menguat, sehingga membatasi pemulihan logam mulia ini. Ekspektasi para pelaku pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed pada bulan September meningkat. Eskalasi konflik di Timur Tengah telah mendorong harga minyak ke level tertinggi baru sejak 24 Juli, meningkatkan kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed di September. Faktor ini, bersama dengan risiko geopolitik, menekan permintaan terhadap emas.

This image is no longer relevant
Ketegangan antara AS dan Iran kembali meningkat setelah serangan AS terhadap instalasi rudal Iran di dekat Pulau Larak di Selat Hormuz. Ini merupakan serangan pertama AS sejak akhir Juli dan memicu serangan balasan Iran yang menargetkan fasilitas terkait AS di kawasan tersebut. Selain itu, Komando Pusat AS (CENTCOM) melaporkan bahwa pasukan AS juga telah melancarkan serangan terhadap sasaran milik Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Sebagai respons, Iran meningkatkan konfrontasi dan meluncurkan serangan rudal balistik dan drone berskala besar terhadap fasilitas AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania. Hal ini menciptakan tambahan risiko geopolitik yang mendukung kenaikan harga minyak dan memperkuat dolar sebagai aset safe haven.
This image is no longer relevant
Sementara itu, para investor khawatir bahwa harga energi yang tinggi dapat kembali memperburuk tekanan inflasi, memaksa bank-bank sentral utama, termasuk The Fed, untuk mengambil sikap yang lebih hawkish. Komentar terbaru Ketua The Fed Kevin Warsh di simposium Jackson Hole juga perlu diperhatikan karena turut memicu ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada bulan September. Ditambah dengan kekhawatiran terkait utang pemerintah, aksi jual di pasar obligasi global semakin dalam, mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor sepuluh tahun ke level tertinggi sejak Januari 2025. Hal ini juga dipandang sebagai faktor yang mendorong arus keluar modal dari logam mulia dan memperbesar kemungkinan penurunan nilai emas lebih lanjut dalam jangka pendek.

Strategis suku bunga dari Societe Generale memperingatkan bahwa aksi jual baru-baru ini membuat kurva imbal hasil obligasi pemerintah AS rentan terhadap kenaikan lebih lanjut pada imbal hasil jangka panjang. Menurut mereka, "dengan kecepatan saat ini, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor sepuluh tahun mungkin mencapai 5%." Mereka melihat hal ini sebagai konfirmasi bahwa tren bearish masih berlanjut, karena para investor semakin mempertimbangkan seberapa besar tambahan term premium yang akan dibutuhkan pasar, sementara ekspektasi terhadap kebijakan The Fed masih condong ke arah pengetatan lebih lanjut.

Untuk peluang trading yang lebih baik, para trader dapat menunggu rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) AS pada hari Jumat. Data pasar tenaga kerja ini akan memberikan sinyal tambahan mengenai prospek kebijakan moneter The Fed ke depan, yang pada akhirnya akan memengaruhi pergerakan dolar dan memberikan momentum baru bagi logam mulia tersebut.

Kendati demikian, situasi fundamental saat ini tampaknya masih berpihak kepada trader bearish dan mengindikasikan bahwa jalur dengan hambatan paling kecil bagi emas tetap mengarah ke bawah. Dalam konteks ini, setiap upaya pemulihan berpeluang lebih besar dipandang sebagai kesempatan untuk melakukan penjualan dan membawa risiko terjadinya penurunan tajam.

Dari perspektif teknikal, emas menemukan support pada EMA 200 hari, sedikit di atas level psikologis $4.300. Breakout ke bawah level ini akan dipandang sebagai pemicu baru bagi pihak bear. Support berikutnya kemungkinan berada di sekitar $4.220. Sementara itu, resistance di sisi atas ditentukan oleh SMA 100 hari dekat $4.360. Pada saat yang sama, indikator osilator memberikan sinyal yang beragam, sehingga dapat dikatakan emas belum sepenuhnya menyerah. Namun, Relative Strength Index (RSI) telah bergerak ke wilayah negatif, yang menunjukkan pelemahan kekuatan pembeli.

Recommended Stories

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.