empty
08.06.2026 08:03 AM
Laporan Ketenagakerjaan AS Bulan Mei Jauh Melampaui Ekspektasi

Dolar AS menguat tajam setelah laporan data ketenagakerjaan bulan Mei ternyata jauh lebih baik dari perkiraan, dan menjadi salah satu pemicu utama pergerakan pasar pada hari Jumat lalu.

Bureau of Labor Statistics melaporkan bahwa jumlah pekerjaan non-pertanian di AS meningkat sebesar 172.000, sementara konsensus pasar hanya memprediksi 85.000 — hampir dua kali lipat dari ekspektasi. Tingkat pengangguran tetap stabil di 4,3%, dan tingkat partisipasi angkatan kerja tidak berubah di 61,8%.

Struktur laporan ini sama menariknya dengan angka utamanya. Pendorong utama adalah sektor leisure and hospitality, yang menambah 70.000 pekerjaan baru, tertinggi dalam lebih dari tiga tahun. Sektor kesehatan, bantuan sosial, dan pemerintah daerah juga memberikan kontribusi signifikan. Yang patut dicatat, pertumbuhan lapangan kerja tercatat baik di konstruksi non-residensial maupun di sektor manufaktur. Para ahli mengaitkan hal ini dengan booming investasi di sekitar infrastruktur AI: pembangunan data center dan produksi peralatan terkait menciptakan lapangan kerja jauh melampaui definisi sempit sektor teknologi.

Bagi Federal Reserve, laporan ini adalah hadiah yang sangat tidak nyaman. Bank sentral sudah beroperasi dengan inflasi 3,8% berdasarkan indeks PCE — tertinggi sejak 2023. Kini, situasi tersebut diperburuk oleh pasar tenaga kerja yang jelas tidak perlu distimulasi. Pelaku pasar kini sepenuhnya mem-price in kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin sebelum akhir tahun, dengan probabilitas kenaikan pada bulan Oktober diperkirakan sekitar 60%.

Perlu dicatat bahwa pasar tenaga kerja yang kuat adalah kabar baik bagi ekonomi riil, namun saat ini justru menjadi kabar buruk bagi pasar keuangan. Semakin tangguh kondisi ketenagakerjaan, semakin sedikit alasan The Fed untuk melonggarkan kebijakan, dan semakin lama suku bunga akan bertahan tinggi.

Bagi dolar, hal ini bersifat mendukung. Itulah sebabnya laporan yang dalam kondisi lain mungkin disambut dengan antusias, kali ini justru menjadi "mandi air dingin" dalam konteks saat ini. Kini seluruh perhatian tertuju pada pertemuan The Fed pada 16–17 Juni — yang pertama di bawah kepemimpinan Kevin Warsh — di mana pasar menantikan sinyal yang jelas mengenai ke mana arah kebijakan bank sentral selanjutnya.

Recommended Stories

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.