Lihat juga
Hari ini, hanya dolar Australia yang diperdagangkan menggunakan strategi Mean Reversion. Saya memperdagangkan yen dengan pendekatan Momentum.
Jelasnya, tidak adanya data penting dari Zona Euro dan Inggris menyebabkan volatilitas yang lebih rendah. Para trader, yang kekurangan pemicu baru untuk pengambilan keputusan, memilih untuk bersikap menunggu dan mengamati. Situasi ini diperkirakan akan berlanjut hingga data utama AS dirilis.
Pada paruh kedua hari ini, perhatian akan beralih ke data perubahan GDP AS untuk Q4 2025 dan indeks Core Personal Consumption Expenditures (PCE). Rilis data ini berpotensi memberikan dampak signifikan pada pasar valuta asing. Fokus utama akan tertuju pada GDP, yang memberikan penilaian menyeluruh terhadap kondisi perekonomian AS di akhir tahun lalu. Apakah pertumbuhan menguat atau melambat akan secara langsung memengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan moneter Federal Reserve di masa mendatang.
Indeks core PCE akan sama pentingnya. Indikator ini merupakan ukuran inflasi pilihan Fed karena mengecualikan komponen yang bergejolak seperti pangan dan energi. Tingkat inflasi yang tercermin dalam PCE akan menjadi faktor kunci dalam membentuk keputusan suku bunga berikutnya dari regulator. Namun, perlu dicatat bahwa data tersebut untuk bulan Februari, sehingga pergerakan pasar yang sangat kuat kecil kemungkinannya terjadi.
Data final mengenai perubahan pendapatan dan pengeluaran pribadi akan memberikan wawasan tambahan mengenai aktivitas konsumen. Kenaikan pendapatan dan kesediaan untuk membelanjakan merupakan pendorong utama permintaan domestik dan, pada akhirnya, pertumbuhan ekonomi. Angka yang kuat akan mendukung penguatan dolar AS.
Jika data dirilis kuat, saya akan mengandalkan strategi Momentum. Jika tidak ada reaksi pasar terhadap data, saya akan terus menggunakan strategi Mean Reversion.
Strategi Momentum (Breakout) untuk Paruh Kedua Hari Ini
EUR/USD
GBP/USD
USD/JPY
Strategi Mean Reversion (Pullback) untuk Paruh Kedua Hari Ini
EUR/USD
GBP/USD
AUD/USD
USD/CAD