empty
 
 
12.03.2026 04:15 PM
Rangkuman Berita Pasar Saham AS pada 12 Maret

USDX terkoreksi setelah kenaikan kuat di tengah krisis Timur Tengah

This image is no longer relevant

USDX terkoreksi setelah reli kuat di tengah krisis di Timur Tengah: pada Rabu, 11 Maret, indeks diperdagangkan di kisaran 98,80, mundur dari level tertinggi 15 minggu di 99,70. Pasar menunggu data inflasi utama (CPI) yang dapat menentukan arah pergerakan jangka pendek dolar AS, sementara sinyal geopolitik masih beragam.

Tekanan turun pada dolar mereda setelah komentar Trump tentang kemungkinan berakhirnya perang dalam waktu dekat dan turunnya harga minyak, serta setelah laporan bahwa AS berencana mengamankan Selat Hormuz untuk melindungi pelayaran. Pada saat yang sama, serangan baru Israel dan operasi IRGC terhadap infrastruktur regional terus menambah ketidakpastian. Hal ini membatasi ruang penurunan lebih lanjut bagi dolar sebagai aset lindung nilai. Detail lebih lengkap tersedia lewat tautan.

Pasar minyak menghadapi potensi eskalasi tajam akibat ancaman Iran

This image is no longer relevant

Maret 2026 menandai pergeseran menuju "teror energi": Teheran mengumumkan strategi serangan berkelanjutan dan mengajukan ultimatum (tuntutan pengakuan hak, reparasi, dan jaminan internasional). Serangan terhadap tanker Mayuree Naree dan Star Gwyneth meningkatkan level ancaman bagi pelayaran menjadi "kritis", sehingga reli harga minyak tinggal soal waktu. Harga bensin di AS sudah melonjak sekitar 20%, dan pembicaraan mengenai harga $200 per barel tidak lagi sepenuhnya bersifat hipotetis.

Sementara itu, para pembuat kebijakan dan pelaku pasar tengah menghitung kerugian: Washington telah mengalokasikan $20 miliar untuk asuransi kapal dibandingkan perkiraan kebutuhan sebesar $352 miliar; Angkatan Laut AS memiliki sekitar 30 kapal di kawasan tersebut, dan perhitungan saat ini menunjukkan bahwa pembebasan 320 kapal yang terdampar akan memakan waktu sekitar 2,5 tahun — suatu jangka waktu yang tidak dimiliki pasar. Pelepasan cadangan oleh IEA tampak tidak memadai menghadapi potensi penurunan produksi di Teluk, sehingga konsekuensi logistik dan harga bisa bersifat katastropik. Rincian lebih lanjut tersedia melalui tautan.

Indeks saham AS tetap bergejolak di tengah rumor potensi meredanya harga minyak

This image is no longer relevant

Indeks saham AS terus bergerak naik turun bak roller-coaster: S&P 500 sempat menguat pada awal sesi karena rumor bahwa IEA akan melepas 400 juta barel — yang menurut Trump seharusnya secara tajam menurunkan harga minyak — sementara ia terus menjanjikan berakhirnya konflik Timur Tengah dalam waktu dekat. Bagi pasar, yang lebih penting bukan hanya bagaimana konflik itu berakhir, tetapi kapan — prospek ekonomi dan risiko guncangan energi sangat bergantung pada seberapa lama konflik tersebut berlangsung.

Sementara itu, Dow ditutup pada level terendahnya tahun ini — investor gelisah terhadap potensi tekanan terhadap perekonomian. Secara formal, inflasi Februari (CPI 2,4%, inti 2,5%) mungkin memberi ruang bagi The Fed untuk melonggarkan kebijakan, namun di pasar futures probabilitas terjadinya dua kali pemangkasan suku bunga masing-masing 25 bps pada 2026 turun dari 51% menjadi 40%. Data-data terbaru tidak mengesankan: CPI Maret kemungkinan akan meningkat seiring biaya energi yang lebih tinggi, dan indikator favorit The Fed, PCE, naik bahkan lebih cepat daripada CPI. Situasi yang jarang terjadi ini meningkatkan risiko penundaan pelonggaran kebijakan. Detail lebih lengkap tersedia melalui tautan.

Andreeva Natalya,
Analytical expert of InstaTrade
© 2007-2026

Recommended Stories

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.