empty
 
 
03.02.2026 07:28 AM
Strategi Intraday untuk Trader Pemula pada 3 Februari

Dolar akan terus memperkuat posisinya terhadap euro, pound, yen Jepang, dan mata uang lainnya.

Data positif kemarin yang menunjukkan bahwa ISM Manufacturing Index untuk AS kembali di atas angka 50 memicu gelombang baru pembelian dolar AS. Para pedagang menafsirkan ini sebagai sinyal potensi perbaikan prospek ekonomi, yang pada akhirnya memicu ekspektasi untuk kebijakan stabil di masa depan dari Federal Reserve. Penguatan mata uang Amerika telah memberikan tekanan pada mata uang lain, terutama yang dianggap lebih berisiko. Secara keseluruhan, reaksi pasar terhadap data ISM menunjukkan peningkatan sensitivitas terhadap sinyal tentang kondisi ekonomi AS dan dampaknya terhadap aliran keuangan global. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada data yang masuk dan retorika dari perwakilan Fed.

Hari ini menjanjikan akan penuh dengan peristiwa di pasar keuangan. Pada paruh pertama hari ini, perhatian khusus akan diberikan pada rilis data indeks harga konsumen dari Prancis, yang merupakan indikator inflasi penting untuk Zona Euro. Nilai yang melebihi perkiraan dapat memicu ekspektasi untuk kebijakan moneter yang lebih agresif dari European Central Bank, yang berpotensi memperkuat euro. Sebaliknya, angka yang lebih rendah dari perkiraan dapat memberikan tekanan pada mata uang tunggal, meningkatkan kekhawatiran tentang deflasi.

Peristiwa yang sama pentingnya adalah publikasi data perubahan pengangguran dari Spanyol. Pengurangan signifikan dalam jumlah pengangguran dapat menjadi sinyal pemulihan ekonomi di Spanyol, mendukung euro. Sebaliknya, peningkatan pengangguran yang substansial dapat menimbulkan kekhawatiran tentang keberlanjutan pertumbuhan ekonomi negara tersebut, berdampak negatif pada sentimen trader.

Adapun pound, tidak ada data signifikan yang dijadwalkan untuk Inggris hari ini, sehingga pasangan ini mungkin melanjutkan pemulihannya setelah penjualan kemarin.

Jika data sesuai dengan ekspektasi ekonom, sebaiknya bertindak sesuai dengan strategi Mean Reversion. Jika angka jauh di atas atau di bawah ekspektasi ekonom, strategi Momentum lebih disukai.

Strategi Momentum (Breakout):

Untuk Pasangan EUR/USD

  • Beli pada breakout di atas level 1,1827, yang dapat menyebabkan peningkatan euro menuju level 1,1868 dan 1,1908;
  • Jual pada breakout di bawah level 1,1785, yang dapat menyebabkan penurunan euro menuju level 1,1740 dan 1,1705;

Untuk Pasangan GBP/USD

  • Beli pada breakout di atas level 1,3692, yang dapat menyebabkan kenaikan pound menuju level 1,3715 dan 1,3753;
  • Jual pada breakout di bawah level 1,3668, yang dapat mengakibatkan penurunan pound menuju level 1,3649 dan 1,3627;

Untuk Pasangan USD/JPY

  • Beli pada breakout di atas level 155,67, yang dapat menyebabkan kenaikan dolar menuju level 155,99 dan 156,30;
  • Jual pada breakout di bawah level 155,32, yang dapat menyebabkan penurunan dolar menuju level 154,95 dan 154,67;

Strategi Mean Reversion (Return):

This image is no longer relevant

Untuk Pasangan EUR/USD

  • Cari posisi jual setelah penembusan gagal di atas 1,1826 dan kembali di bawah level ini;
  • Cari posisi beli setelah penembusan gagal di atas 1,1790 dan kembali ke level ini;
This image is no longer relevant

Untuk Pasangan GBP/USD

  • Cari posisi jual setelah breakout gagal di atas 1,3694 dan kembali di bawah level ini;
  • Cari posisi beli setelah breakout gagal di atas 1,3660 dan kembali ke level ini;
This image is no longer relevant

Untuk Pasangan AUD/USD

  • Cari posisi jual setelah penembusan gagal di atas 0,7056 dan kembali di bawah level ini;
  • Cari posisi beli setelah penembusan gagal di atas 0,6985 dan kembali ke level ini;
This image is no longer relevant

Untuk Pasangan USD/CAD

  • Cari posisi jual setelah penembusan gagal di atas 1,3688 dan kembali di bawah level ini;
  • Cari posisi beli setelah penembusan gagal di atas 1,3648 dan kembali ke level ini;

Recommended Stories

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.