Lihat juga
03.02.2026 12:52 AMPada hari Senin, pasangan USD/JPY mendapatkan momentum, melampaui level bulat 155,00 dan menuju level bulat 156,00. Pergerakan ini mencerminkan penurunan baru pada yen Jepang di tengah harapan yang memudar akan pengetatan Bank of Japan dan pemulihan moderat pada dolar AS.
Yen Jepang tetap tertekan setelah publikasi data inflasi yang lemah dari Tokyo: indeks harga konsumen (CPI) melambat tajam, menunjukkan penurunan tekanan inflasi inti dan mengurangi kebutuhan untuk kenaikan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang. Data ini mengonfirmasi kehati-hatian bank sentral setelah normalisasi kebijakan terbarunya, dan pasar kini memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada musim semi.
Faktor politik memperkuat kerentanan yen Jepang: inisiatif ekspansif Perdana Menteri Sanae Takaichi - termasuk pemotongan pajak - dan ketidakpastian menjelang pemilu awal yang dijadwalkan pada hari Minggu menghidupkan kembali kekhawatiran atas keberlanjutan fiskal Jepang. Para investor khawatir bahwa dukungan yang lebih kuat dari parlemen dapat menyebabkan pengurangan pajak lebih lanjut dan langkah-langkah stimulus tambahan, yang akan berdampak negatif pada posisi keuangan Jepang.
Namun, depresiasi yen sebagian dibatasi oleh risiko intervensi resmi: rumor pemeriksaan suku bunga dan peringatan dari Kementerian Keuangan menanamkan kehati-hatian di kalangan penjual. Ancaman geopolitik dan perdagangan global juga memicu permintaan laten terhadap aset safe-haven, yang diwakili oleh yen Jepang, yang berpotensi memberikan dukungan bagi mata uang ini.
Di sisi lain, dolar AS mendapatkan dukungan dari data makro baru: PMI Manufaktur ISM melonjak, mengonfirmasi ketahanan industri Amerika dan menstabilkan dolar setelah periode lemah. Ini menambah momentum pada pasangan USD/JPY.
Dari sudut pandang teknikal, pasangan ini telah melampaui level bulat 155,00, menghadapi resistance di EMA 14 hari pada 155,50 dalam perjalanannya menuju level bulat 156,00. Jika harga berhasil menembus level bulat 156,00, para bull akan menghadapi resistance di SMA 50 hari sebelum level 156,50. Breakout ke atas SMA 20 hari akan mengembalikan kendali kepada para bull.
Support kunci terletak di EMA 100 hari dekat level bulat 154,00. Dan meskipun osilator pada grafik harian tetap berada di zona negatif, para bull kekurangan kekuatan untuk meraih kemenangan. Namun, histogram MACD mendatar, menunjukkan pelemahan sentimen bearish. Tabel di bawah ini menunjukkan perubahan persentase dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama pada hari Senin. Dolar AS lebih kuat terhadap franc Swiss.
You have already liked this post today
*Analisis pasar yang diposting disini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan Anda namun tidak untuk memberi instruksi trading.


